SISTEM MENULIS 'TIGA KERANJANG' BY JEFF GOINS
SISTEM MENULIS “TIGA KERANJANG”
Buat kalian para penulis pemula maupun yang sudah mahir adakalanya diserang block-writer, “buntu”. Berikut ada tips dari Jeff Goins yang disadur dari website goinswriter.com yang bisa jadi metode untuk menyelesaikan tulisan-tulisan kamu yang udah di - keep notes namun, belum terealisasikan juga. sedikit tambahan informasi Bapak dari America ini adalah author of four bestseller books. Yuk Simak!
Kebanyakan penulis berusaha menyelesaikan tulisan untuk alasan apapun. Kadang ada yang sengaja menjadwalkan waktunya menulis, menyiapkan alat-alat tulis dan kemudian menunggu ide muncul, ada juga yang langsung menuliskannya namun hasilnya setengah jadi dan besoknya jadi malas untuk melanjutkannya kembali karena, sudah ada ide lain yang lebih fresh. Itu semua terjadi karena, kebanyakan menganggap bahwa menulis itu hanyalah sebuah proses. kenyataannya itu adalah rangkaian tiga proses.
Jadi, inilah sistemnya Jeff yang dinamakan dengan “ The Three-Bucket System”.
Jeff Goins membagi proses menulis dalam tiga tahap penting yang ditempatkan dalam bucket-bucket yaitu ideation, creation, and editing. Maksudnya?
Tahapan awal itu disebut Bucket #1 : Ideation
Ya, Bucket Pertama adalah Ide.
Kamu bisa mulai dengan mengumpulkan ide-ide dan simpan di “drafts”. Tulislah satu kalimat atau ungkapan yang menggambarkan ide tersebut. Jika ada banyak ide ambillah lima yang paling menarik dan tuliskan dalam satu kalimat untuk setiap ide-ide itu. Hal ini harus dilakukan cepat . Karena, terkadang ide muncul saat-saat tidak disengaja dan membuatnya agar idenya terjaga.
Gunakan buku notes atau aplikasi handphone apapun yang bisa disinkronkan dengan Evernote atau aplikasi membuat catatan lainnya. Tidak masalah sama alat yang mau digunakan. Sepanjang kamu tidak mengingatnya di kepala saja. Sebab, memori otak manusia itu ada batas prioritasnya, jadi bila ada hal mendesak lainnya maka ide itu akan tergerus dan lupa, sayang-sayang kan. Nah maka dari itu, kamu perlu mencatatnya di tempat lain agar bisa dibuka kembali dengan mudah. Jadi tidak harus meluangkan waktu dengan sengaja berfikir untuk mendapat ide menulis. Kalau bisa lakukan kapan saja kenapa tidak?.
Selanjutnya, Bucket #2 : Creation
Bucket Kedua adalah Kreasi.
Yang kamu perlukan disini adalah membuat Drafts atau catatan.
Ambil ide di “bucket #1” tadi dan buatlah tulisan sebanyak 500 kata di sesi pertama. Kalian bisa membuat beberapa sesi sesaui kebutuhan. Ingat ya tanpa koreksi. Jadi kalau sekiranya ada kesalahan atau kalimat tidak nyambung dan lain-lain biarkan saja dulu, ini fresh writing. Setidaknya dengan adanya ‘bucket #1’ kamu tidak lagi menghabiskan waktu untuk memikirkan ide dan bisa langsung menulisnya. Kaian bisa buat satu folder (bucket) untuk menyimpan tulisan mentah ini. Hal ini untuk meminimalkan proses berfikir agar tulisan bisa mengalir dengan baik.
Namun, usahakan tidak menulis sesuka hati saja. Menulislah dengan tujuan agar focus dan usaha yang kalian kerahkan adalah yang terbaik. Para profesional membuat tulisan mereka sedari awal memikirkan hal yang menarik buat pembaca dan ambisi utnuk diterbitkan. Jika ingin menjadi hebat tirulah cara orang hebat. Artinya menulislah dengan keyakinan bahwa tulisan kamu ini harus diterbitkan, walaupun di blog kamu sendiri.
Terakhir Bucket #3 : Editing
Bucket Ketiga : Pengeditan
Nah di tahap terakhir inilah kamu baru boleh mengotak-atik tulisan yang fresh tadi. Keluarkan salah satu dari tulisan setengah jadi itu dan editlah. Poles plot dan struktur kalimatnya, berfikirlah dengan baik apa-apa yang perlu diperbaiki. Namun, sampai pada poin ini belum bisa dibilang sempurna, setidaknya 90% selesai. Hasil editan tersebut buat dan simpan di folder lain bisa kalian beri nama yang beda dari ‘Bucket #2’. Kalau si Jeff menyebutnya “finished pieces (lembaran akhir)”. Ini adalah tulisan-tulisan yang kurang lebih siap di publish. Selanjutnya kamu membagikannya dengan editor atau penerbit atau pun memposting di blog. Kalau sudah posting atau sudah masuk ke editor/penerbit barulah sempurna 100% tulisan kamu.
Selanjutnya balik lagi ke “ Bucket #1” dan begitu seterusnya. Pengerjaannya itu tidak musti satu-satu ide selesai tapi setiap harinya ada tahap yang di kerjakan ada ide atau tulisan yang dilanjutkan.
“Ingatlah bahwa ‘menulis’ bukanlah satu pekerjaan tapi, tiga pekerjaan.”
souce:www.jeffgoins.com |
Sahabat Sciecos begitulah penjelasan The Three Bucket System by Jeff Goins dalam artikel ini. Semoga bermanfaat dan Selamat menulis.
Comments
Post a Comment